Bukit Baturiung : Camping area dan nikmati udara serta pemandangan di Desa
Apa itu Baturiung?
Bukit Baturiung merupakan wilayah perbukitan
yang dijadikan area wisata dengan menyuguhkan pemandangan alam dan menikmati
suasana alam. Ditempat ini kita bisa menikmati sunrise dan sunset di wilayah subang selatan khususnya Tanjungsiang,
berkemah dan melakukan kegiatan di alam yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Bukit Baturiung juga di
rencanakan menyuguhkan pengalaman kepada pengunjung dengan menjadikan tempat
ini juga sebagai agrowisata dengan komoditas tanaman durian dan jeruk.
Sejarah Baturiung
Bukit Baturiung atau yang dikenal warga sekitar
sebagai Pasir Junti terletak di Desa Cimeuhmal Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten
Subang.
Penamaan Baturiung sendiri
berasal dari leluhur masyarakat Desa yang bersaksi dengan terdapatnya banyak
“batu nu ngariung” yang dalam Bahasa Indonesia artinya batu yang berkumpul. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bebatuan
di sekitaran pasir junti dengan total sekitar 999 batu, “atau silahkan bisa di
hitung sendiri ketika perjalanan kesana” Ujar Dani selaku pengelola utama
berseloroh. “Dan saya menyerah untuk menghitungnya setelah sempat mencobanya”
Timpal Kepala dusun di wilayah setempat.
Selain menyuguhkan keindahan
berupa pemandangan alam sekitar, bukit baturiung juga konon katanya dahulu menjadi
tempat berkumpulnya para penyebar agama islam di wilayah subang selatan, dimana
disana dikatakan bahwa ada tiga jalan yang digunakan sebagai tembusan ke
Tanjungsari (Sumedang), Maribaya (Bandung), dan bukanagara (Subang).
Baturiung mulai dibangun menjadi
tempat wisata sejak 2019, terus bertahan dan berkembang secara perlahan sampai
saat ini.
Siapa sosok dibalik dibangunnya wisata baturiung?
Dalam diskusi yang dilakukan pada
senin 12/01/2025 di kantor Desa Cimeuhmal, salah satu sosok dibangunya
baturiung adalah Deni Hamdani Rahman atau akrab dipanggil Deni. Beliau saat ini merupakan karang taruna Kecamatan Tanjungsiang.
Keinginan membangun tempat wisata
di Baturiung tidak lepas dari maraknya tempat wisata di Subang Selatan yang
menyuguhkan pemandangan alam atau suasana alam. Deni yang merupakan warga asli
Cimeuhmal menyadari bahwa di wilayahnya, yakni di Desa Cimeuhmal terdapat
potensi wisata yang menyuduhkan pemandangan tak kalah cantik dari wilayah
lainnya.
Mengajak pemuda-pemuda yang lain,
Deni membangun tempat yang kini dijadikan tempat wisata ini dari 0. Berdasarkan
penuturannya, pada awal dibangun Deni dibantu oleh 5 orang warga Desa
Cimeuhmal, yang kemudian jumlah ini bertambah menjadi 17 orang saat Wisata
Baturiung ramai dan banyak dilirik oleh banyak orang. Sedangkan kini yang
mengelola bukit baturiung hanya 6 orang saja.
Deni akui bahwa pembangunan
tempat wisata ini belum diiringi dengan pengelolaan yang baik. Tahun pertama
pembangunan Dani banyak mendapat saran dari para pengunjung dalam pengembangan
wisata ini, Dani juga memberikan penguatan pada pengelola supaya adanya tempat
wisata ini bukan hanya menjadi ajang FOMO (Fear of Missing out) beberapa
orang, tapi dapat mengundang pengunjung untuk kembali dating ke tempat ini. Pada
akhirnya diharapkan keberadaan tempat wisata ini menjadi ladang pertumbuhan
ekonomi bagi masyarakat Desa Cimeuhmal.
Saat ini akses menuju baturiung
sebagian masih berupa tanah, sehingga dimusim penghujan seperti awal tahun ini
wisata alam bukit baturiung dibebaskan dari biaya masuk mengingat akses yang
licin dan sulit. Meski begitu di hari libur besar seperti Tahun Baru bukit
Baturiung masih menarik minat pengunjung untuk menghabiskan waktu di tempat
dengan menyuguhkan pemandangan alam.
Idealnya, Bukit Batu Riung
dikunjungi di musim Panas.
Video di Baturiung







Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar anda disini sebagai tanda bahwa anda telah berkunjung. Terimakasih